Berserah Diri,Pasrah atau Putus Asa?

Posted On // 1 comment

Salam sejahtera
“ Hanya kepada Allah kami berserah diri”
Pernyataan di atas sering sekali disalahartikan oleh sebagian orang.Apabila seseorang ditimpa sebuah musibah atau ketika mendapat suatu masalah yang sulit untuk dipecahkan,maka orang tersebut akan berkata “ Serahkan saja semuanya pada Tuhan atau kita berdo’a saja kepada Tuhan mudah-mudahan dikasih yang jalan keluar yang terbaik “.Apabila ada yang berkata seperti itu maka dia perlu menyadari makna hakiki dari berserah diri tersebut.


Memang Tuhan memerintahkan kita untuk berserah diri kepada-Nya tapi itu bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa.Berserah diri tanpa dibarengi dengan usaha dan do’a maka itu bisa dikatakan Pasrah atau berputus asa.

Jadi,prosesnya yang benar adalah pertama kita harus berusaha,kedua kita berdo’a lalu ketiga kita serahkan semuanya pada Allah semata.Kalo hanya berserah diri dan berdo’a saja maka hal itu keliru.Harus dibarengi dengan usaha agar masalah atau cobaan itu bisa terselesaikan.
Satu hal yang terpenting dari makna hakiki berserah diri adalah kita menyerahkan hidup dan mati kita hanya kepada Allah,Tuhan semesta alam dan menyerahkan seluruh persoalan kepada Tuhan, baik itu persoalan pribadi,masyarakat,Apalagi persoalan Negara sesuai dengan hukum yang telah dibuat-Nya di dalam Kitab Al Qur’an Maupun kitab injil.Itulah makna hakiki dari berserah diri.
^_^ V

Salam Sejahtera

1 comment:

Remember more than 3 link in comment I will delete your comment

Followers

Blogger Bumi Lasinrang