BENDUNGAN BENTENG DAN SEJARAH KAB.PINRANG

Posted On // 6 comments
Pada postingan Dik Munir yang berjudul ‘Bendungan Pinrang’, saya tertarik dengan foto yang diposting disitu, dan mengusulkan untuk dijadikan sebagai gambar header Blog ini.


Kabupaten Pinrang sebagai temapat kelahiran kami Blogger Bumi Lasirang adalah salah satu wilayah sentra pengembangan padi BOSOWA SIPILU (Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Pinrang , Luwu) di Sulawesi Selatan. Luas Tanam padi dicapai pada akhir tahun 2009 seluas 89.751 Ha dengan produksi sebesar 640.115 Ton GKG, berarti Produktivitas yang dicapai adalah 69.15 Kw/Ha. (sesuai data yang penulis peroleh dari Bulog)

Produksi yang dicapai tahun 2007 sebesar 640.115 Ton GKG setara dengan 424.249 ton beras, maka pada akhir tahun 2009 Kabupaten Pinrang mencapai surplus sebesar 200 ribu ton lebih.
Semuanya itu tidak lepas dari andil Bendungan Benteng ini yang senantiasa mengairi daerah persawahan meskipun dalam keadaan musim kemarau.

Sebagai illustrasi bahwa Bendungan ini, Pada posisi Piennsakll (bukaan pintu air) 45 cm, pelayanan air sudah mencapai debet air 28.5444 m3/detik.



Kabupaten Pinrang adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.961,77 km² dan berpenduduk sebanyak ±347.684 jiwa.


FOTO BENDUNGAN BENTENG DARI UDARA (GoogleEarth)


Asal Muasal Pemberian nama pinrang ada beberapa fersi cerita yang berkembag di masyarakat Pinrang sendiri, Fersi yang pertama menyebut bahwa Pinrang berasal dari bahasa bugis yaitu kata "benrang" yang berarti "air genangan" bisa juga berarti "rawa-rawa", hal ini disebabkan oleh karena pada awal pembukaan daerah Pinrang yang tepatnya saat ini di pusat kota kabupaten Pinrang, masih berupa daerah rendah yang sering tergenang dan berawa.

Versi kedua menyebutkan bahwa hal ini disebabkan oleh karena suatu ketika Raja Sawitto yang bernama La Paleteang,bebas dari pengasingan dari kerajaan Gowa berkat bantuan To barani pole' Kassadisambut gembira oleh rakyatnya, namun mereka terheran-heran karena wajah sang raja berubah dan mereka berkata "pinra bawangngi tappana puatta pole Gowa"yang artinya berubah saja mukanya Tuan Kita dari Gowa, maka setelah itu rakyat mulai menyebut daerah tersebut sebagai Pinrayang artinya berubah kemudian berubah penyebutan menjadi Pinrang.

Kabupaten Pinrang, cikal bakalnya berasal dari Onder Ofdeling Pinrang yang berada di bawah afdeling Pare-Pare. yang merupakan gabungan empat kerajaan yang kemudian menjadi self bestuur atau swapraja yaitu KASSA, BATULAPPA, SAWITTO, dan SUPPA yang sebelumnya adalah anggota konfederasi kerajaan Massenrengpulu(Kassa dan Batulappa) dan Ajatappareng (Suppa dan Sawitto), ini merupakan bagian dari adu domba Kolonial untuk memecah persatuan di Sulawesi Selatan.

Pemilihan nama Pinrang sebagai nama wilayah dikarenakan daerah pinrang merupakan tempat berkumpulnya ke empat raja tadi dan sekaligus tempat berdirinya kantoor onder afdelingeen (kantor residen). Selanjutnya Onder afdeling Pinrang ini, pada zaman pendudukan Jepang menjadi Bunken Kanrikan Pinrang, kemudian pada zaman kemerdekaan pada akhirnya menjadi Kabupaten Pinrang.Kemudian menjadi Raja Terakhir pada keempat swapraja tadi yaitu:
  • SUPPA (Andi Abdullah Bau Massepe)
  • SAWITTO (Andi Zakiah yang dijalankan oleh suaminya yaitu Andi Makkulau Datu Botjo Sawitto)
  • BATULAPPA (Andi Padinring Puang Tarokko/Puang Pesang yang sebelumnya menjabat sebagai Sulebatang/mangkubumi)
  • KASSA (Andi Dirman Toro Puang Larung)

(bersambung)


6 comments:

  1. Raja terakhir Kerajaan Batulappa adalah Andi Mangga Tanri, yang sebelumnya adalah (Ayahanda-nya) Andi Tanri, dan juga diturunkan dari Neneknya yakni Andi Tjuma. :)

    ReplyDelete
  2. thanks infonya gan !
    visit http://www.ilmci.com

    ReplyDelete

Remember more than 3 link in comment I will delete your comment

Followers

See you on Canada