Ayo menyumbang

Ayo menyumbang

Peluang Amal Jariyah

Peluang Amal Jariyah

Sunday, December 28, 2014

Wajib Memberi Nasehat

Allah Ta'ala telah memerintahkan kita untuk saling memberi nasihat, sebagaimana firman Alloh dalam kitab-Nya :
Demi masa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian yang nyata. Kecuali orang-orang yangberiman dan beramal shalih dan saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran. (Al-'Ashri)
Dan Allah berfirman : 
Dan aku adalah penasihat yang amanat bagimu (Al-A'raf 68)
Demikian pula dalam banyak hadits Rasulullah menganjurkan kepada kaum muslimin untuk salng memberi nasihat. Beliau bersabda :
Agama itu nasihat! Kami bertanya :bagi siapa ? jawab nabi : Bagi Allah dan KItabNYa  dan RasulNYa dan imam-imam kam muslimin dan bagi seluruh kaum muslimin (HR Muslim)
Salah satu hak sesama muslim adalah apabila ia meminta nasihat kepadamu maka berilah nasihat kepadanya. Kemudian salah satu bentuk nasihat tersebut adalah menegakkan amar ma'ruf nahi munkar di tengah-tengah ummat manusia. Allah telah menjadikannya sebagai salah satu ciri dan keistimewaan orang yang beriman. Allah berfirman dalam kitab-Nya
Kamu adalah sebaik-bak ummat yang dilahirkan ketengah-tengah manusia karena menganjurkan yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah (Ali Imran 110).
Dalam ayat lain Allah berfirman:
Orang-orang mukmin lelaki dan perempuan sebagian mereka menjadi pelindung bagi yang lainnya, mereka menganjurkan kepada kebaikan dan mencegah dari perbuatan mungkar. (At-Taubah 71).
Dan Allah telah melaknat bani Israil yang membiarkan perbuatan mungkar merajalela di tengah-tengah mereka.
Telah dikutuk orang-orang kafir bani Israil melalui lisan nabi  Dawud dan Isa bin Maryam yang demikian itu karena mereka berbuat maksiat lagi melampui batas.
Mereka tidak mencegah mungkar yang terjadi ditengah-tengah mereka sungguh buruk perbuatan yang mereka lakukan. (Al-Maidah 78-79).
Rasulullah telah bersabda dalam haditsnya yang berbunyi:
Tiada seorang nabi pun yang diutus sebelumku kecuali mempunyai sahabat-sahabat yang setia yang mengikuti benar-benar sunnahnya.  Kemudian akan datang setelah mereka generasi yang hanya banyak bicara dan tidak suka beramal dan mengerjakan apa-apa yang tidak diperintahkan. Maka siapa yang melawan mereka dengan kekuatan tangannya maka ia adalah mukmin, dan siapa yang melawan dengan lisannya makadia adalah mukmin dan siapa yang membenci mereka dengan hatinya maka ia adalah mukmin. Selain itu tidak ada lagi iman walau seberat biji sawi. (HR Muslim).
Dalam hadits lain Rasulullah bersabda :
Perumpamaan orang yang teguh menjalankan hukum Allah dan orang yang terjerumus didalamnya bagakan suatu kaum yang mengundi tempat diatas perahu. Sebagian mendapat tempat diatas sebagian lainnya dibawah. Yang dibawah apabila membutuhkan air harus naik keatas, sudah tentu akan mrngganggu orang yang ada diatas. Orang yang dibawah berkata "Lebih baik kita lobangi saja tempat kita ini supaya tidak mengganggu orang yang diatas!" Maka apabila tindakan mereka itu dibiarkan oleh orang yang diatas pasti binasa semua penumpang perahu itu, tetapi jika tindakan itu bsa dicegah maka selamatlah semua penumpang perahu itu  (HR Bukhari).
Tentu saja nasihat serta amar ma'ruf nahi mungkar ini jangan disalahartikan dengan hujatan dan caci maki atau sejenisnya, sebab seorang mukmin bukanlah seorang tukang cela dan tukang laknat dan suka berkata keji dan kotor sebagaimana yang tersebut di dalam hadits Nabi, dan juga hal itu justru berlawanan dengan maksud nasihat itu sendiri yaitu agar kembali kepada kebenaran dan memperbaiki kesalahan dan kekeliruan yang ada. Seorang muslim yang ikhlas tentu dia akan mencari kebenaran di mana saja ditemukan. Kebenaran baginya ibarat barang yang hilang yang selalu dicarinya. Janganlah sekali-kali ia anggap nasihat saudaranya seagama sebagai satu yang negatif dan dipandang sinis. Seperti yang mengatakan "Mengapa harus mencerai beraikan barisan kaum muslimin?" atau " 

Jangan hembuskan perbedaan dan permusuhan ditengah-tengah umat!" atau yang berkata :"Jangan melempar debu dari luar" atau " Jangan membuat lemah barisan kaum muslimin!" dan banyak lagi seruan yang lain. Seruan-seruan seperti itu justru akan melemahkan kaum muslimin yaitu dengan runtuhnya benteng nasihat yang dimiliki ummat ini, dan justru membuat gembira musuh-musuh Islam. Bukankah dengan nasihat yang penuh kasih sayang, kesabaran dan di atas kebenaran ini ummat akan tetap terpelihara di atas rel kebenaran? Siapakah yang dapat menjamin dirinya bebas dari kesalahan? Maka janganlah dada kita sesak untuk menerima nasihat tersebut.
 
Perintah bersatu di atas Al-Haq
Allah telah memerintahkan kita agar berpegang teguh dengan tali-Nya dan jangan bercerai-berai. Persatuan yang didam-idamkan kaum muslimin adalah persatuan di atas aqidah yang satu. Sebab persatuan tidak diatas aqidah yang satu adalah persatuan semu yang malah mendatangkan perpecahan dan permusuhan diantara kaum muslimin dan akan tercipta jurang pemisah diantara mereka. Allah telah menjelaskan hal ini dalam ayat-Nya:
Maka jika mereka beriman sebagaimana kamu beriman, sungguh mereka telah mendapat petunjuk namun jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (Al-Baqarah 137).
Telah banyak usaha untuk mempersatukan umat namun, segala usaha tersebut sia-sia. Sebabnya adalah persatuan yang diusahakan tidak berdasar kepada aqidah yang satu, dan tidak diupayakan melalui saluran nasehat dan amar ma'ruf nahi mungkar. Akan tetapi justru dibangun diatas sikap saling toleran terhadap kesalahan yang ada dan saling menutup mata dari penyimpangan yang terjadi! Apakah dengan cara seperti ini umat akan bersatu dan apakah dengan cara seperti ini ummat akan jaya ? Apa yang dicari ummat ini ? Bukankah mereka hanya mencari ridha Allah ? Jika demikian mengapa menutup-nutupi kesalahan suadaranya ? Bukankah saudaranya butuh nasihat dan bimbingan darinya ? Bukankah dengan menutup-nutupi itu berarti ia telah mengkhianati saudaranya, lalu apakah pantas setelah itu ia meneriakkan suara persatuan ?

Wahai saudara ! Persatuan seperti apakah ini ? Atau ini justru pangkal dan sumber perpecahan ! Pada kesempatan kali ini kami akan mengetengahkan pembahasan tentang beberapa kelompok-kelompok dakwah, dalam rangka menegakkan pilar nasihat dan upaya menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar ditengah-tengah umat dan dalam rangka membela sunnah Rasulullah dan manhaj Salaful Ummah. Dahulu telah dikatakan oleh Yahya bin Yahya : " Membela Sunnah itu adalah seutama-utama jihad ".
Semoga kita semua dapat mengambil manfaat darinya. Amin 


Baca Ini Juga

Memuat...
Copyright © 2014 Blogger Bumi Lasinrang. All Rights Reserved. Template by CB Blogger. Powered by Blogger.