Sunday, January 11, 2015

Hukum bekerja diperusahaan ribawi

Ada seorang yang pernah bertanya tentang sebenarnya boleh tidak kita bekerja diperusahaan-perusahaan ribawi padahal pekerjaan yang dikerjakan adalah tidak berhubungan dengan riba itu sendiri, misalnya adalah Satpam atau sopir. Hal ini pernah ditanyakan kepada Syaikh Al Utsaimin dan beliau mengatakan:  “ Tidak boleh bekerja di perusahaan ribawi, sekalipun seseorang hanya bekerja sebagai sopir atau petugas keamanan, karena disebabkan masuknya dia dalam satu pekerjaan di perusahaan ribawi menandakan dia ridha dengan hal itu, sedangkan orang yang mengingkari sesuatu tidak mungkin bekerja untuk kepentingannya. Apabila ia bekerja untuk kepentingannya maka sesungguhnya ia ridha dengannya, dan ridha dengan sesuatu yang diharamkan juga mendapatkan dosanya.”

Adapun orang terlibat secara langsung seperti mendata, menulis, mengirim, menyimpan dan yang menyerupai hal itu maka tidak diragukan lagi bahwa terlibat secara langsung melakukan yang haram. Dan disebutkan dalam hadits dari Jabir radhiallahu anhu:
((لَعَنَ رَسُوْلُ اللّه صلى الله عليه وسلم آكِلَ الرِّبَا وَمُوْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ))
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengutuk orang yang memakai riba, yang mewakilkannya, penulisnya, dan dua saksinya. Dan beliau bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((هُمْ سَوَاءٌ)) رواه مسلم
 “Mereka sama.”[1]
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin – Majmu’ Durus Fatawa al-Haram al-Makki (3/369).


[1] HR. Muslim 1598.


Baca Ini Juga

Memuat...
Copyright © 2014 Blogger Bumi Lasinrang. All Rights Reserved. Template by CB Blogger. Powered by Blogger.