Ayo menyumbang

Ayo menyumbang

Peluang Amal Jariyah

Peluang Amal Jariyah

Monday, January 5, 2015

KEUTAMAAN BERDZIKIR


Allah TaТala berfirman:

"Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan rahmat dan pengampunan). Dan bersyukurlah kepadaKu, serta jangan ingkar (pada nikmatKu)".(Al Baqarah, 2:152).

"Hai, orang-orang yang beriman, berdzikirlah yang banyak kepada Allah (dengan menyebut namaNya)". (Al Ahzaab, 33:42).

"Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah menyediakan untuk mereka pengampunan dan pahala yang agung". (Al Ahzaab, 33:35).

"Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut (pada siksaanNya), serta tidak mengeraskan suara, di pagi dan sore hari. Dan janganlah kamu termasuk orangorang yang lalai". (Al AТraaf, 7:205).

Rasul sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda:

Perumpamaan orang yang ingat akan Rabbnya dengan orang yang tidak ingat Rabbnya laksana orang yang hidup dengan orang yang mati.[1]

"Maukah kamu, aku tunjukkan perbuatanmu yang terbaik, paling suci di sisi Rajamu (Allah), dan paling mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu dari infaq emas atau perak, dan lebih baik bagimu daripada bertemu dengan musuhmu, lantas kamu memenggal lehernya atau mereka memenggal lehermu?" Para sahabat yang hadir berkata: "Mau (wahai Rasulullah)!" Beliau bersabda: "Dzikir kepada Allah Yang Maha Tinggi".[2]

Rasul sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda:

Allah TaТala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hambaKu kepadaKu, Aku bersamanya (dengan ilmu dan rahmat) bila dia ingat Aku. Jika dia mengingatKu dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika dia menyebut namaKu dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka. Bila dia mendekat kepadaKu sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepadaKu sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepadaKu dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat".[3]


Dari Abdullah bin Busr radhiyallohu 'anhu, dia berkata: Bahwa ada seorang lelaki berkata: "Wahai, Rasulullah! Sesungguhnya syariТat Islam telah banyak bagiku, oleh karena itu, beritahulah aku sesuatu buat pegangan". Beliau bersabda: "Tidak hentinya lidahmu basah karena dzikir kepada Allah (lidahmu selalu mengucapkannya)."[4]

Rasul sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda:

"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari AlQurТan, akan mendapatkan satu kebaikan. Sedang satu kebaikan akan dilipatkan sepuluh semisalnya. Aku tidak berkata: Alif laam miim, satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf."[5]

Dari Uqbah bin Amir radhiyallohu 'anhu, dia berkata: "Rasulullah sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam keluar, sedang kami di serambi masjid (Madinah). Lalu beliau bersabda: "Siapakah di antara kamu yang senang berangkat pagi pada tiap hari ke Buthhan atau AlAqiq, lalu kembali dengan membawa dua unta yang besar punuknya, tanpa mengerjakan dosa atau memutus sanak?" Kami (yang hadir) berkata: "Ya kami senang, wahai Rasulullah!" Lalu beliau bersabda: "Apakah seseorang di antara kamu tidak berangkat pagi ke masjid, lalu memahami atau membaca dua ayat AlQurТan, hal itu lebih baik baginya daripada dua unta. Dan (bila memahami atau membaca) tiga (ayat) akan lebih baik daripada memperoleh tiga (unta). Dan (bila memahami atau mengajar) empat ayat akan lebih baik baginya daripada memperoleh empat (unta), dan demikian dari seluruh bilangan unta."[6]
Rasulullah sholallohu 'alaihi wa alihi wa salam bersabda:

"Barangsiapa yang duduk di suatu tempat, lalu tidak berdzikir kepada Allah di dalamnya, pastilah dia mendapatkan hukuman dari Allah dan barangsiapa yang berbaring dalam suatu tempat lalu tidak berdzikir kepada Allah, pastilah mendapatkan hukuman dari Allah."[7]

"Apabila suatu kaum duduk di majelis, lantas tidak berdzikir kepada Allah dan tidak membaca shalawat kepada Nabinya, pastilah ia menjadi kekurangan dan penyesalan mereka, maka jika Allah menghendaki bisa menyiksa mereka dan jika menghendaki mengampuni mereka."[8]

"Setiap kaum yang berdiri dari suatu majelis, yang mereka tidak berdzikir kepada Allah di dalamnya, maka mereka laksana berdiri dari bangkai keledai dan hal itu menjadi penyesalan mereka (di hari Kiamat)."[9]

[Sumber: Hisnul Muslim, min Adzkaril Kitab wa as Sunnah karya Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf al Qohthon, Edisi Indonesia: "Kumpulan Doa Dalam al Qur'an dan al Hadits" disebarkan oleh Unisma Malang]

CATATAN KAKI



[1] HR. AlBukhari dalam Fathul Bari 11/208. Imam Muslim meriwayatkan dengan lafazh sebagai berikut:
гуЋубх «бъ»унъ ц «бшу–цнъ нх–ъяу—х «ббех Ёцнъец жу«бъ»унъ ц «бшу–цнъ б«у нх–ъяу—х «ббех Ёцнъец гуЋубх «бъЌуншц жу«бъгуншц ц .

"Perumpamaan rumah yang digunakan untuk dzikir kepada Allah dengan rumah yang tidak digunakan untuk dzikir, laksana orang hidup dengan yang mati". (Shahih Muslim 1/539).
[2] HR. AtTirmidzi 5/459, Ibnu Majah 2/1245. Lihat pula Shahih Tirmidzi 3/139 dan Shahih Ibnu Majah 2/316.
[3] HR. AlBukhari 8/171 dan Muslim 4/2061. Lafazh hadits ini riwayat AlBukhari.
[4] HR. AtTirmidzi 5/458, Ibnu Majah 2/1246, lihat pula dalam Shahih AtTirmidzi 3/139 dan Shahih Ibnu Majah 2/317.
[5] HR. AtTirmidzi 5/175. Lihat pula Shahih AtTirmidzi 3/9 dan Shahih JaamiТush Shaghiir 5/340.
[6] HR. Muslim 1/553.
[7] HR. Abu Dawud 4/264; Shahihul JaamiТ 5/342.
[8] Shahih AtTirmidzi 3/140.

[9] HR. Abu Dawud 4/264, Ahmad 2/389 dan Shahihul JamiТ 5/176.



[Sumber: Hisnul Muslim, min Adzkaril Kitab wa as Sunnah karya Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf al Qohthon, Edisi Indonesia: "Kumpulan Doa Dalam al Qur'an dan al Hadits" disebarkan oleh Unisma Malang]


Baca Ini Juga

Memuat...
Copyright © 2014 Blogger Bumi Lasinrang. All Rights Reserved. Template by CB Blogger. Powered by Blogger.