Wednesday, January 7, 2015

Kisah Abdullah bin Al-Mubarak Dengan Seorang Yang Ditahan Karena Dililit Hutang

Dari Muhammad bin Isa diriwayatkan bahwa ia berkata:  "Abdullah bin Al-Mubarak biasa pulang pergi ke Tharasus.  Beliau biasa singgah beristirahat di sebuah penginapan.  Ada seorang pemuda yang mondar-mandir mengurus kebutuhan beliau sambil belajar hadits.  Diriwayatkan bahwa suatu hari beliau mampir ke penginapan itu namun tidak mendapati pemuda tersebut.  Kala itu, beliau tergesa-gesa dan keluar berperang bersama pasukan kaum muslimin.  

Sepulangnya beliau dari peperangan itu, beliau kembali ke penginapan tersebut dan menanyakan perihal pemuda tersebut.  Orang-orang memberitahukan bahwa pemuda itu ditahan akibat terlilit hutang yang belum dibayarnya.  Maka Abdullah bin Al-Mubarak bertanya: "Berapa jumlah hutangnya?"  Mereka menjawab: "Sepuluh ribu dirham."  Beliau segera menyelidiki sampai beliau dapatkan pemilik hutang hutang tersebut.  Beliau memanggil orang tersebut pada malam harinya dan langsung menghitung dan membayar hutang pemuda tadi.  Namun beliau meminta lelaki itu untuk tidak memberitahukan kejadian itu kepada siapapun selama beliau masih hidup.  Beliau berkata: "Apabila pagi tiba, segera keluarkan pemuda tersebut dari tahanan."

Abdullah segera berangkat pergi, dan pemuda itu segera dibebaskan.  Orang-orang mengatakan kepadanya: "Kemarin Abdullah bin Al-Mubarak ke sini dan menanyakan tentang dirimu, namun sekarang dia sudah pergi."  Si pemuda segera menyusuri jejak Abdullah dan berhasil menjumpai beliau kira-kira dua atau tiga marhalah (satu marhalah kira-kira dua belas mil -pent)  dari penginapan.  Beliau (Abdullah) bertanya; "Kemana saja engkau?  Saya tidak melihat engkau di penginapan?"  Pemuda itu menjawab:  "Betul wahai Abu Abdirrahman, saya ditahan karena hutang."  Beliau bertanya lagi: "Lalu bagaimana engkau dibebaskan?"  Ada seseorang yang datang membayarkan hutangku.  Sampai aku dibebaskan, aku tidak mengetahui siapa lelaki itu."  Maka beliau berkata: "Wahai pemuda, bersyukurlah kepada Allah yang telah memberi taufik kepadamu sehingga lepas dari hutang."  Lelaki pemilik hutang itu tidak pernah memberitahukan kepada siapapun sehingga Abdullah bin Al-Mubarak wafat." ["Shifatush Shafwah" IV:141,142]
Dinukil dari: "Panduan Akhlak Salaf", Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil Baha-uddien 'Aqiel.  Penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani.  Penerbit: At-Tibyan - Solo, Cet. pertama, September 2000.  Di bawah judul; "Ulama As-Salaf Dalam Kejujuran dan Keikhlasan", halaman.8-9.Judul di atas dari kami.


Baca Ini Juga

Memuat...
Copyright © 2014 Blogger Bumi Lasinrang. All Rights Reserved. Template by CB Blogger. Powered by Blogger.