Wednesday, January 7, 2015

Kisah Luqman dan Tiga Pelacur

Tentu saudara pembaca pernah mendengar tentang Luqman yang bijaksana dalam surat Al Luqman dalam Al Qur'an yang oleh pengarang kitab Al_Kasyaf menjelaskan , dia adalah Luqman bin Baa'ura' putra saudarinya Ayyub. Hidup selama  1000 tahun, sehingga berjumpa dengan Daud 'Alaihissalam dan belajar ilmu dan pengetahuan  padanya. Ibnu Abbas berkata bahwa Luqman bukan Nabi, juga bukan Raja, namun seorang  penggembala  berkulit hitam  yang kemudian di beri karunia  kemerdekaan dan pengetahuan. Untuk itu akan kita ceritakan salah satu kisah tentang ketaatannya kepada Allah Ta'ala

Diriwayatkan dari Sai'id bin Amir ia berkata." Telah bercerita kepada kami, Abu Ja'far, 'Luqman Al-Habasy' adalah seorang budak milik seorang laki-laki. Suatu ketika dia dibawa ke pasar untuk di jual. Kepada seorang laki-laki yang hendak membelinya, Luqman berkata:"Apa yang akan kamu lakukan terhadap diriku (setelah kamu beli nanti)?"

"Kamu akan kusuruh melakukan ini dan itu," jawab calon pembeli.
"Aku mohon kepadamu agar mengurungkan niatmu untuk membeliku!" pinta Luqman. Sikap ini selalu diperlihatkan oleh Luqman kepada para calon pembelinya hingga datanglah calon pembeli lainnya.
"Apa yang hendak kamu lakukan terhadap diriku (setelah kamu membeliku nanti)?" kata Luqman.
"Kamu akan kuberi tugas sebagai penjaga rumahku," jawab laki-laki calon pembelinya.

"Jika demikian, aku mau kamu beli!" kata Luqman. Laki-laki tersebut kemudian membayar dan mengajak Luqman pulang ke rumahnya. Majikan Luqman pada saat itu juga mempunyai tiga orang anak wanita  yang menjadi pelacur di desa itu. Suatu saat sang majikan ingin pergi ke kebunnya. Sebelum berangkat dia berpesan  kepada Luqman ,

"Aku telah menyiapkan makanan dan semua kebutuhan  mereka di dalam kamarnya, sepeninggalku kuncilah pintu ini dan kamu harus berjaga di sini pula. Dan janganlah sekali-kali kamu membuka pintunya sebelum aku kembali ke rumah!" Sejenak kemudian ketiga putri majikannya datang dan berkata kepada Luqman,
"Bukalah pintu ini!" Karena telah menerima pesan dari sang majikan, dan diamanahi untuk tidak membuka pintu dan namanya amanah akan dimntai pertanggung jawaban di hadapan Allah kelak maka Luqman pun menolak untuk membukanya  dan akhirnya ketiga gadis  itu marah dan mencederainya. Luqman kemudian  membersihkan darah yang  membasahi tubuhnya dan kembali berjaga di depan pintu . Saat sang majikan pulang ia tetap merahasiakan  perilaku ketiga putri sang majikan terhadapnya.

Dalam kesempatan berikutnya sang majikan kembali bermaksud pergi ke kebunnya. Sebagaimana sebelumnya  dia berpesan kepada Luqman,
"Aku telah menyiapkan makanan dan semua kebutuhan mereka, oleh karena itu jangan perbolehkan mereka membuka pintu ini!" Demikianlah, setelah Ayahnya berlalu, ketiga putri majikannya itu bergegas menemui Luqman dan berkata kepadanya :

"Bukalah pintu ini!" Sementara itu Luqman masih tetap memegang amanah yang dibebankan kepadanya tetap tidak bersedia membukakanya  sebagaimana pesan dari majikannya. Akan tetapi, ketiga gadis itu kembali menyerang dan melukai Luqman yang tetap duduk di tempatnya. Sang majikan telah pulang ke rumah, Luqman tidak mau menceritakan  perihal perilaku ketiga putrinya.

Melihat keteguhan hati Luqman, putri tertua majikannya kemudian rasa simpatinya datang dan berkata: "Mengapa budak Habasyi ini lebih mengutamakan  taat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala ketimbang aku ? Demi Allah, aku  kan bertobat!" Dan putri  sulung majikan Luqman itupun bertobat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Si bungsu berkata, "Mengapa budak Habasyi dan kakak sulungku lebih mengutamakan taat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala ketimbang aku? Demi Allah, aku akan  bertobat" Demikianlah si bungsu  akhirnya mengikuti jejak kakak sulungnya  dengan bertobat kepada-Nya.

Setelah mengetahui bahwa kakak maupun adiknya telah bertobat , kedua majikannya  Luqman  lalu berkata "Mengapa dua oranga saudaraku dan budak Habasyi ini lebih mengutamakan taat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala ketimbang ku? Demi aku, aku akan bertobat juga!; Akhirnya diapun bertobat.
Setelah ketiga putrinya yang berprofesi sebagai wanita penghibur  itu  bertobat, maka teman-teman seprofesinya di desa berkata,

"Mengapa budak Habasyi dan ketiga gadis si Fulan itu lebih mengutamakan taat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala ketimbang kami?" Hal tersebut mendorong mereka  untuk bertobat sebagaimana  ketiga rekannya sehingga jadilah mereka sebagai  orang-orang yang ahli beribadat di desa itu."

Demikianlah bahwa hidayah datangnya bukan hanya lewat dakwah  berupa ucapan tapi juga tindakan, atau amalan yang ditunjukkan oleh Luqman Al-Hakiem dalam memegang teguh amanah yang sudah menjadi tugasnya. Sehingg fitrah seorang manusia untuk selalui beribadah kepada Robb-Nya menjadi terketuk tatkala melihat seorang yang mampu menjaklankan ibadah itu dengan baik…

Sumber : Mereka yang Kembali. Ibnu Qudamah  Al-Maqdisy terjemahan Abu Ahmad Najeh dan M Luqman Hakiem, Risalah Gusti, ed 1, Surabaya, 1417 H. Hal 120-122. Dengan beberapa perubahan.


Baca Ini Juga

Memuat...
Copyright © 2014 Blogger Bumi Lasinrang. All Rights Reserved. Template by CB Blogger. Powered by Blogger.