Friday, January 30, 2015

Prasangka ( Al Wahmu )

Syaikh Fahd Bin Sulaiman At Tuwaijiri, hafidhahullah.
Sungguh iblis telah menabuh genderang perangnya kepada kita sejak Allah azza wa jalla mengusirnya : “ Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil”.( Al Isra’ 62 ), “ Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan diantara mereka besykur ( taat)”. ( Al A’raaf ; 17). Jadi, Iblis telah mengumumkan peperangan yang tidak ada perdamaian didalamnya, dan yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana syetan, penolong-penolongnya dan keturunannya memerangi kita ?
Sebagian kaum muslimin mengira bahwa “pekerjaan” syetan terbatas hanya mencoba menjerumuskan manusia untuk maksiat, ketergelinciran, dosa besar, dan kekejian, atau agar manusia meninggakan perbuatan yang wajib seperti shalat…dan seterusnya.
Padahal sesungguhnya, peperangan ini lebih luas dan permusuhan ini lebih kompleks, karena sesungguhnya syetan memiliki banyak cara, seperti dengan angan-angan/khayalan, rasa takut, was-was, dan persangkaan-persangkaan terhadap salah seorang diantara kita.
Jika setan telah berputus asa dari salah seorang diantara kita dari sisi ketaatan, atau untuk melakukan kemungkaran, maka dia akan mendatangi kita dari sisi khayalan, persangkaan, rasa takut terhadap penyakit, ‘ain,sihir dan lain sebagainya.
Sesungguhnya sebagian manusia hidup dalam khayalan yang tidak ada hakikatnya. Mereka hidup dengan hayalan penyakit, sehingga apabila salah seorang diantara mereka merasakan sakit di kepala atau perutnya, maka mereka akan menghayalkan dirinya seakan-akan menderita penyakit yang berbahaya, penyakit yang mematikan, sehingga mereka akan segera pergi ke rumah sakit untuk berobat atau pergi ke klinik untuk mengambil resep dan terus merasa seperti sakit parah……
Diantara mereka juga ada yang sampai meninggalkan amal kebaikan dan menghindar dari manusia karena takut terkena penyakit ‘ain. Dan dia akan mengaitkan setiap penyakit yang dialaminya dengan penyakit ‘ain, atau dia mengira dirinya telah terkena sihir, sehingga sebagian diantara mereka selalu merasa curiga terhadap orang yang berada disekitarnya seperti istri, tetangga, sahabat, atau kerabatnya tanpa bukti dan alasan.
Dia mencurigai mereka, padahal kecurigaan ini tidak memberikan manfaat sedikitpun. Dia mencurigai istrinya telah melakukan kejahatan, memandang kepada kerabatnya dengan hasad, ketahuilah bahwa semua ini adalah jebakan syetan. Padahal pada kenyataannya istri tidaklah berbuat jahat, tetangganya shalih, kerabatnya mencintainya. Akan tetapi yang menimbulkan semua itu adalah setan.
Khayalan, pada dasarnya tetap hayalan. Penyakit ‘ain, sakit, sihir, penyakit yang mematikan……semuanya adalah omong kosong yang dituangkan oleh setan kedalam jiwa yang sakit dan lemah !!!
Saya jadi teringat ketika saya mengisi ceramah di salah satu kota besar di Mamlakah (Saudi Arabia), setelah saya selesai berceramah salah seorang hadirin memegang tangan saya dan berkata : Saya ingin berbicara dengan anda. Maka saya ( Syaikh ) menjawab : Silahkan.
Dan pendek cerita, dia berkata kepada ku : Saya terkena sihir. Maka ku katakan kepadanya : Apa tandanya ?. Dia menjawab : Ketika saya hendak membaca ayat : “dan mereka mengikuti apa yang dibacakan oleh setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan kalau Sulaiman mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (karena mengerjakan sihir), akan tetapi setan-setan itulah yang kafir….sampai akhir ayat (al Baqarah: 102)”, saya selalu menangis keras dan saya merasa takut. Maka aku (Syaikh) katakan : Jawabnya yaa akhi, engkau terbawa pikiran untuk menangis, maka adalah thabi’i (wajar) jika engkau menangis ketika membaca ayat ini. Kemudian aku katakan kepadanya : Menurutmu, kira-kira siapa yang menyihirmu ? Dia menjawab dengan satu kalimat pendek : Ibuku, dia yang menyihirku.
Maka ku katakan kepadanya : Wahai, bertaqwalah engkau kepada Allah. Ini adalah perbuatan setan. Dia menjawab : Antara aku dan ibuku ada masalah yang tidak engkau ketahui. Ku katakan : Kalaupun demikian, setan sungguh sangat ingin menjatuhkan sesuatu yang lebih besar antara engka dan ibumu…….selesai.
Saudaraku sekalian, saya tidak mengingkari adanya sihir atau mengecilkan bahayanya, atau ‘ain dan bahayanya atau penyakit yang berbahaya. Bahkan sihir itu ada, ‘ain itu ada, dan penyakit bisa terjadi. Dan semua itu terjadi dengan taqdir dan kehendak Allah azza wa jalla. Akan tetapi aku hanya ingin mengatakan bahwa perkara yang terjadi di sebagian ikhwan dan akhowat telah keluar dari tempatnya yang benar ( berlebihan ). Sehingga setiap penyakit selalu dikaitkan dengan sihir dan ‘ain.
Sesungguhnya obat dari penyakit angan-angan ini adalah dengan berdzikir kepada Allah dan selalu menjaganya dengan do’a-do’a. Dan aku nasehatkan kepada semua pembaca untuk memiliki ( Kitab hisnul muslimmin adzkaril kitaabi wassunnati) yang telah ditulis oleh Syaikh Said dan Wahb al Qohthony. Hendaknya engkau menjadikan kitab ini selalu disakumu, persis seperti handphone, dan hendaknya pula engkau bekali anak-anakmu, baik laki-laki ataupun perempuan, dengan catatan yang engkau ambil dari kitab ini, serta menyarankan mereka untuk selalu membacanya dan menghafalnya. Dan tidak mengapa engkau katakan kepada mereka ketika hendak memasuki pasar, misalnya : Keluarkan kitabmu, coba lihat apa yang mesti kita baca ketika hendak masuk pasar, wahai fulan/fulanah ? Ini adalah salah satu contoh.
Dan aku memohon kepada Allah agar Ia menjagaku dan anda semua dari setan dan sekutu-sekutunya, mudah-mudahan Allah menghilangkan hayalan dari orang yang berhayal dan sangkaan-sangkaan dari orang yang menyangka dengan sangkaan yang buruk.
Diterjemahkan dari majalah Ommaty, edisi 46 1429 H.


Baca Ini Juga

Memuat...
Copyright © 2014 Blogger Bumi Lasinrang. All Rights Reserved. Template by CB Blogger. Powered by Blogger.