Monday, February 9, 2015

Buktikan Cinta, Jangan Nodai!

Setiap orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, pasti dan seharusnya memiliki rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Rasa cinta ini wajib didahulukan di atas segala cinta kepada makhluk.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,



Tidak akan sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai ia menjadikan aku lebih dia cintai daripada cintanya kepada anak, orang tua, dan sesama manusia.1



Dan keinginan agar dimasukkan ke dalam surga, merupakan motivasi lain dalam mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Malik bin Anas, beliau mengatakan:




Ketika aku keluar dari masjid bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami dijumpai oleh seorang lelaki di serambi masjid. Orang itu bertanya, "Wahai Rasulullah, kapan kiamat tiba?" Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam balik bertanya kepada orang itu, "Apa yang telah kau persiapkan untuk (menyambut)nya? Anas mengatakan, “Seakan-akan lelaki itu tertunduk diam." Kemudian lelaki itu berkata, “Aku tidak menyiapkan (maksudnya aku belum membekali diri dengan) shalat, puasa, ataupun shadaqah sunnah yang banyak, akan tetapi aku cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.” Mendengar ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Engkau bersama dengan orang yang engkau cintai."

2


Mendengar sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat sontak bergembira, sampai-sampai Anas mengatakan,




"Setelah memeluk dien Islam, kami tidak pernah merasakan kebahagiaan yang lebih hebat dibandingkan dengan kebahagiaan karena mendengar sabda Rasulullah, “Engkau bersama dengan orang yang engkau cintai."



Mengapa mereka sangat bahagia? Karena mereka sudah diberitahu, bahwa dengan kecintaan yang benar kepada Allah dan Rasul-Nya, seseorang dapat mencapai derajat yang jarang bisa didapatkan dengan amal perbuatan. Karena amal terkadang ternodai oleh hal-hal yang merusaknya, mengurangi nilainya dan terkadang orangnya mengalami lemah semangat. Namun jika di dalam hati seseorang selalu ada cinta yang ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya, maka kekurangan-kekurangan itu bisa tertutupi. Oleh karenanya Anas menyatakan,




"Aku cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, Abu Bakar dan Umar. Aku berharap bisa bersama mereka, meskipun aku tidak bisa beramal dengan amal-amal mereka."3


Namun ini bukan berarti bahwa cinta itu terpisah dari amal atau orang yang mencintai tidak perlu taat kepada yang dicinta… sama sekali tidak! Pengakuan cinta yang terlontar dari mulut, haruslah dibuktikan dengan amal nyata.




Bagaimana membuktikan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya? Tentunya dengan melaksanakan amalan-amalan yang disyari’atkan oleh Allah melalui Al-Qur’an atau lisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan dengan yang lain. Karena jika tidak demikian, bukannya menambah kecintaan, tetapi justru menodainya.




Terakhir, sebagai bukti cinta kepada Allah adalah ittiba’ (taat) kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ini juga sekaligus bukti cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah menyebutkan di dalam firman-Nya,




Katakanlah, "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran: 31).




Dalam sebuah ahdits yang dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah, dalam Shahih Tirmidzi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


Aku didatangi Rabb-ku dalam mimpi, lalu Dia berfirman kepadaku, Wahai
Muhammad, katakanlah:


"Wahai Allah, aku meminta kepada-Mu kecintaan kepada-Mu,
kecintaan kepada orang yang mencintaimu, serta aku meminta amalan
yang bisa mengantarkan aku kepada cinta-Mu."

4







Catatan Kaki



1

HR. Bukhari

2

HR. Imam Bukhari, no. 6171; Fathul Bari (10/573).
Juga diriwayatkan Imam Muslim, no. 2639, dan lafazh hadits
di atas merupakan lafazh milik Imam Muslim.

3

HR. Muslim no. 2639.

4

Lihat Syarhu as Asbaabil ‘Asyrah al-Muujibah li Mahabbatillah,
hal. 9.


Dikutip dari majalah As-Sunnah 12/IX/1427H hal 1.


Baca Ini Juga

Memuat...
Copyright © 2014 Blogger Bumi Lasinrang. All Rights Reserved. Template by CB Blogger. Powered by Blogger.