Monday, February 2, 2015

Menisbatkan Turunnya Hujan Kepada Bintang

Sesungguhnya yang berkuasa atas segala sesuatu di dunia ini adalah Allah jangan pernah menisbatkan turun atau tidaknya hujan kepada selain Allah. 

Firman Allah Ta'ala (artinya):
"Dan kamu membalas rezeki (yang telah dikaruniakan Allah) kepadamu dengan mengatakan perkataan yang tidak benar." (Al-Waqi'ah: 82)
Abu Malik Al-Asy'ari Radhiyallahu 'anhu menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Empat perkara yang terdapat pada umatku yang termasuk perbuatan jahiliyah, yang tidak ditinggalkan oleh mereka: membanggakan kebesaran leluhur, mencela keturunan, menisbatkan turunnya hujan kepada bintang-bintang dan meratapi orang mati." Lalu beliau bersabda: "Wanita yang meratapi orang mati, apabila belum bertaubat sebelum meninggal, akan dibangkitkan pada hari kiamat dan dikenakan kepadanya pakaian yang berlumuran dengan cairan tembaga serta mantel yang bercampur dengan penyakit gatal." (HR Muslim)

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Zaid bin Khalid Radhiyallahu 'anhu, katanya: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam telah mengimami kami dalam shalat Shubuh di Hudaibiyah setelah semalamnya turun hujan. Ketika usai shalat, beliau menghadap kepada orang-orang lantas bersabda:
"Tahukah kamu apa yang difirmankan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Beliau pun bersabda: "Dia berfirman: Pagi ini di antara hamba-hamba-Ku ada yang beriman dan ada pula yang kafir. Adapun orang yang mengatakan: 'Telah turun hujan kepada kita berkat karunia dan rahmat Tuhan, dia beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang'. Sedangkan orang yang mengatakan: 'Telah turun hujan kepada kita karena bintang ini, atau bintang itu', dia kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang."

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan pula hadits dari Ibnu Abbas, yang maknanya antara lain disebutkan demikian:
"...Ada diantara mereka berkata: 'Sungguh, telah benar bintang ini, atau bintang itu'. Sehingga Allah menurunkan firman-Nya: "Maka Aku bersumpah dengan tempat-tempat peredaran bintang-bintang…"dst. Sampai firman-Nya: "Dan kamu membalas rezeki (yang telah dikaruniakan Allah) kepadamu dengan mengatakan perkataan yang tidak benar." (Al-Waqi'ah: 75-82)
Kandungan tulisan ini:
  1. Tafsiran ayat dalam surah Al Waqi'ah. Dalam ayat ini Allah mencela orang-orang musyrik atas kekafiran mereka terhadap nikmat yang dikaruniakan Allah dengan menisbatkan turunnya hujan kepada bintang; dan Allah menyatakan bahwa perkataan ini dusta dan tidak benar, karena turunnya hujan adalah karunia dan rahmat dari-Nya.
  2. Disebutkan empat perkara termasuk perbuatan Jahiliyah.
  3. Dinyatakan bahwa diantara perkara-perkara tersebut ada yang disebut sebagai kufur (yaitu: menisbatkan turunnya hujan kepada bintang).
  4. Kufur ada yang tidak menyebabkan keluar dari Islam.
  5. Diantara dalilnya, firman Allah yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam: "Pagi ini, diantara hamba-hambaKu ada yang beriman kepada-Ku dan ada pula yang kafir...", disebabkan turunnya nikmat hujan.
  6. Perlu difahami makna iman dalam kasus tersebut.
  7. Dan perlu difahami pula makna kufur dalam kasus tersebut.
  8. Di antara pengertian kufur, adalah ucapan salah seorang dari mereka: "Sungguh telah benar bintang ini, atau bintang itu."
  9. Metode pengajaran kepada orang yang tidak mengerti masalah dengan mengajukan pertanyaan, sebagai contohnya: Sabda beliau: "Tahukah kamu apa yang difirmankan oleh Tuhanmu?".
  10. Ancaman bagi wanita yang meratapi orang mati.

Dikutip dari buku: "Kitab Tauhid" karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Penerbit: Kantor Kerjasama Da'wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H. 


Baca Ini Juga

Memuat...
Copyright © 2014 Blogger Bumi Lasinrang. All Rights Reserved. Template by CB Blogger. Powered by Blogger.