Ayo menyumbang

Ayo menyumbang

Peluang Amal Jariyah

Peluang Amal Jariyah

Friday, March 27, 2015

Sutrah – Pembatas yang Terabaikan



bismillah002

Sebagai seorang muslim sudah selayaknya kita menjaga shalat. Di antara yang harus dijaga adalah waktunya, rukun dan syaratnya, serta sunah-sunahnya.

Termasuk di sini adalah menjaga agar shalat tidak terputus oleh orang yang lewat di depannya dengan menempatkan sutrah (pembatas sujud).

Yang memprihatinkan adalah penempatan sutrah akhir-akhir ini mulai banyak diabaikan. Selain dapat memutus shalatnya tentunya juga mengganggu orang lain yang hendak lewat.

Arikel berikut ini saya ambil dari buku ”Shifatu Shalaati An-Nabiyyi shalallahu ‘alaihi wasallam” karya Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani.
Wajib Shalat Memakai Sutrah

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berdiri untuk shalat dalam keadaan beliau dekat dengan sutrah. Jarak antara beliau dengan tembok adalah 3 dzira’/hasta (sekitar 135 cm). Sementara jarak antara tempat sujud beliau dengan tembok adalah seukuran lewatan kambing.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

    ”Janganlah engkau shalat kecuali (menghadap) sutrah (pembatas) dan jangan biarkan seorangpun lewat di hadapanmu, kalau dia enggan (untuk dicegah), maka perangi (halangi sekuat tenaga) dia karena ada setan yang menyertainya.” [HR. Ibnu Khuzaimah dalah Shahihnya (1/93/1) dengan sanad yang jayid/bagus]

Terkadang Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memilih shalat di sisi tiang yang ada di dalam masjid beliau dan menjadikannya sebagai sutrah.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam ketika shalat di tanah yang luas, tidak ada sesuatupun yang bisa dijadikan sebagai sutrah, beliaupun menancapkan tombak di hadapannya lalu shalat menghadap ke arahnya. Sementara para shahabat bermakmum di belakang beliau.

Terkadang beliau menjadikan hewan tunggangannya (unta) dalam posisi melintang kemudian shalat menghadapnya. Hal ini berbeda dengan shalat di kandang unta karena beliau melarangnya.

Sesekali beliau shalat menghadap ke pohon dan terkadang beliau shalat ke arah ranjang dalam keadaan ’Aisyah radhiyallahu ’anha berbaring di atasnya (di bawah selimutnya).

(selesai penukilan saya)
Larangan Memutus Shalat

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melarang kita untuk lewat di antara orang yang sedang shalat dengan sutrahnya.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

    ”Kalau seandainya orang yang lewat di depan orang yang sedang shalat mengetahui apa yang akan menimpanya (begitu besar dosanya), niscaya ia memilih berdiri selama 40 (tahun) karena hal itu lebih baik baginya daripada lewat di depan orang yang shalat.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Di dalam hadits ini memang tidak dijelaskan secara lengkap dosa yang ditanggung orang yang memutus shalat saudaranya. Juga tidak diterangkan makna dari ”berdiri selama 40 tahun”. Namun hal ini bisa diabaikan karena yang terpenting adalah mematuhi larangan beliau.

Demikian artikel singkat ini. Semoga bisa menjadi pengingat bagi diri saya sendiri maupun pembaca semua.


Baca Ini Juga

Memuat...
Copyright © 2014 Blogger Bumi Lasinrang. All Rights Reserved. Template by CB Blogger. Powered by Blogger.