Ayo menyumbang

Ayo menyumbang

Peluang Amal Jariyah

Peluang Amal Jariyah

Monday, August 3, 2015

C I N T A

Bismillah Assalamu alaikum
Saat ini kata cinta telah mengalami penyempitan makna. Ungkapan perasaan yang sangat agung ini telah direduksi menjadi sinonim nafsu semata.

Dalam dienul Islam cinta memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Ibadah kita tidak akan sempurna tanpa cinta yang membara. Tentu saja makna cinta di sini tidak sesempit yang banyak disangka orang dewasa ini.

Dalam pandangan dienul Islam secara gris besar cinta dibagi menjadi dua. Berikut ini pembahasannya :
Pertama

Kecintaan yang bersifat musytarokah (beriringan), terdiri atas tiga jenis :

    Kecintaan tabiat manusia, seperti orang yang lapar dan haus sangat mencintai makanan dan minuman. Kecintaan semacam ini tidak mengandung pengagungan.
    Kecintaan kasih sayang dan rahmat, seperti orang tua yang mencintai anaknya. Kecintaan semacam ini juga tidak mengandung pengagungan.
    Kecintaan berteman dan kecocokan hatinya terhadap temannya. Hal ini seperti seseorang mencintai saudaranya.

Ketiga macam kecintaan ini yang berlaku bagi setiap makhluk dan keberadaannya tidak menjadikan kesyirikan terhadap Allah. Ketiga macam kecintaan tersebut tidak tercela selama tidak menyibukkan dan melalaikan dari dzikir (mengingat) Allah.

Sebagaimana Rasulullah mencintai madu dan gula-gula (manisan). Beliaupun mencintai istri-istrinya yang mana ’Aisyah merupakan istri yang paling dicintainya.

Beliaupun mencintai para sahabatnya. Adapun sahabat yang paling beliau cintai adalah Abu Bakar ash-Shidiq.

’Aisyah berkata :

    “Sesungguhnya Rasulullah mencintai gula-gula (manisan) dan madu.” [HR. Bukhori dan Muslim]

Kedua

Kecintaan yang khusus hanya untuk Allah

Inilah cinta yang paling agung. Jika seorang hamba memalingkan kecintaan tersebut, maka dia terjerumus ke dalam kesyirikan. Yaitu kecintaan ’ubudiyah yang di dalamnya terkandung ketundukan, kerendahan dan pengagungan terhadap apa yang dia cintai.

Kecintaan seperti ini tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah. Sebagaimana kaum musyrikin yang telah menyamakan Allah dengan tuhan-tuhan mereka dalam rasa cinta, pengagungan dan penghambaan. Allah menerangkan keadaan mereka :

    Dan di antara manusia ada orang-orang yang menjadikan tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. [QS. al-Baqarah : 165]

Setelah mengetahui pembagian cinta saya berharap kita dapat menempatkan tiap cinta sesuai dengan proporsinya masing-masing. Mencintai karena Allah dan membenci karena Allah.

Selamat mencinta

Artikel diambil dari buku ”Mayat-mayat Cinta” karya ’Amr bin Suroif al-Indunisy dengan sedikit meringkas dan penyesuaian untuk konsumsi blog.


Baca Ini Juga

Memuat...
Copyright © 2014 Blogger Bumi Lasinrang. All Rights Reserved. Template by CB Blogger. Powered by Blogger.